Berdiri menapak bumi dan menyirtir kepingan demi kepingan, serpihan demi serpihan.
Bukan untuk menjadikannya kembali utuh, hanya untuk menjadikannya sebuah pelajaran untuk digenggam.
Seperti mulai belajar untuk bergerak, merangkak, berjalan, kemudian berlari.
Meninggalkan kepingan-kepingan yang gagal, serpihan-serpihan yang terluka.
Tidak untuk hal yang melankolis, hanya untuk kembali mengangkat wajah berani menghadapi dunia..menghadapi manusia.
Lalu, melupakan kepingan-kepingan, serpihan-serpihan emosi yang menyakitkan.
Lalu, memaafkan, tanpa memendam amarah.
Lucuventus..serpihan..
Manusia terdiri dari serpihan-serpihan kenangan, luka, kebahagiaan, airmata, harapan, mimpi, kecewa, nafsu, cinta..
Lucuventus..
Lucuventus..
No comments:
Post a Comment