Monday, 15 December 2014

Bintang Laut

Kamu sempurna diantara ketidak sempurnaanmu,
Dan aku mencintai ketidak sempurnaanmu.

Thursday, 6 November 2014

Terekam atau Terlupakan

Jika kamu adalah tumpuanku,
Jika aku adalah tumpuanmu,
Apa yang akan terjadi jika salah satu dari kita pergi,
Meninggalkan satu dengan yang lain?
Terlukakah?
Timpangkah?
Ataukah semua tetap berjalan apa adanya, hingga waktu memberikan kamu ataupun aku seseorang yang lain untuk menjadi tumpuan baru?
Lalu, apakah bisa itu disebut dengan cinta?
Atau itu hanyalah emosi sementara yang muncul dan hilang tanpa meninggalkan jejak berarti dalam hatimu?

Wednesday, 18 June 2014

Jarak

Bukan ribuan jarak,
Hanya ada empat lima jarak.
Jarak yang terhiasi oleh pagar yang kokoh.
Berdiri saja dulu disana..
Jangan mendekat lagi.
Berdiri saja dulu disana..
Hingga saat jarak itu tersusut oleh waktu,
Hingga saat pagar itu mulai terhiasi oleh sebuah pintu.
Dan akhirnya ku persilahkan engkau masuk,
tanpa harus engkau ketuk terlebih dahulu.

Saturday, 29 March 2014

Sebuah Pesan

Sebuah nama,
Sebuah percakapan,
Sebuah wajah,
Hanya ada satu nama, yang ber-inisial-kan dua huruf.
Hanya dengan sebuah percakapan, yang membuat waktu berjalan begitu cepat.
Hanya ada sebuah wajah, wajah seorang lelaki.
Hanya ada sebuah jantung, dengan detak yang terasa begitu ramai.
Ada kata yang ingin diucap secara lantang,
tetapi tak ingin menjadi lancang.

Sepertinya saya jatuh cinta lagi..
Ah..saya memang sedang jatuh cinta.

Tuesday, 4 March 2014

Friday, 28 February 2014

Es Kopi dan Coklat Hangat

Hari, minggu, bulan, waktu yang terlewati tak bisa dihitung. Seperti malam itu, segelas es kopi dan secangkir coklat hangat terhidang di meja. Ada dua pasang mata yang terkadang bertemu, sepasang mata menatap, sepasang mata berusaha melihat arah yang berbeda karena jengah. Rasa jengah yang indah, rasa jengah karena debaran jantung berirama, menggelitik, menyiksa sepanjang waktu.
Malam menyembunyikan rona merah di wajah secangkir coklat hangat. Temaram cahaya, menyembunyikan rona merah dan gelisah yang bergejolak menggoda secangkir coklat hangat.

Segelas es kopi dan secangkir coklat hangat, entah apa yang mereka pikirkan malam ini, diantara kerlipnya sinar temaram lampu kota.
Segelas es kopi, entah apa yan dipikirkannya saat itu. Apakah dia bosan, apakah dia menikmati perbincangan dengan secangkir coklat hangat pada malam yang terlewati saat itu?
Secangkir coklat hangat, entah apa yang dia rasakan saat itu. Dia hanya begitu menikmat malam itu diantara kerlip temaram lampu kota bersama segelas es kopi.

Bolehkah dia mendekat?
Biarkan dia mendekat.
Bolehkah dia menyukainya?
Biarkan dia menyukainya.
Tetapi mungkin semuanya terasa begitu berlebihan, sehingga kata 'menyukai' tak mampu untuk terucap.
Tetapi mungkin semuanya terasa begitu cepat, sehingga kata 'cinta' tak dapat untuk terucap.

Biarkan dia mendekat, biarkan dia menyukainya, biarkan dia mencintainya, walau malam itu, rasa itu belum mampu untuk dia ucapkan.

Tuesday, 28 January 2014

Akasia dan Melati

Aku dan Kamu,
menciptakan satu ruang dalam jiwa.
Aku dan Kamu,
menyisihkan satu ruang dalam hati.
Aku dan Kamu,
bertemu dalam satu ruang itu.
Aku dan Kamu,
tercipta tanpa erotica murahan yang manusia sebut itu cinta.
Aku dan Kamu,
begitu sederhana.
Aku dan Kamu,
hanya dengan sentuhan jemari yang bergelung.
Aku dan Kamu,
hanya dengan tatapan yang bertaut.
Aku dan Kamu,
begitu sederhana.
Aku dan Kamu,
dan...waktu.

Monday, 27 January 2014

Satu Cerita di Musim Hujan

Hari ini hujan tidak turun,
tetapi Aku dan kamu duduk bersebelahan.
Hari ini hujan tidak turun,
tetapi lengan kita bersentuhan lembut diantara semilir angin sepoi-sepoi.

Hari ini tidak turun hujan,
tetapi kita memesan secangkir kopi hitam panas berdua.
Hari ini tidak turun hujan,
tetapi kita menyesap kopi hitam pahit ini bersama.

Manis, walaupun pahit.
Pahit, tetapi terasa manis.

Hari ini hujan tidak turun,
Hari ini hujan tidak turun, sayang.

Thursday, 23 January 2014

Pentagram

Mengapa harus datang, jika saat ini kamu sudah tidak patut untuk aku raih kembali?
Mengapa harus hadir, jika saat ini kamu sudah tidak boleh untuk aku peluk kembali?
Mengapa harus bertemu kembali saat ini..saat ini...

Tuesday, 21 January 2014

Jemari

Jemari kita bertautan,
hanya jemari.
Pandangan mata kita bertemu,
hanya bertatapan.
Jantung ini berdebar,
berdentang..bertalu..

Hanya jemari, hanya tatapan yang bertemu.

Aku tersenyum,
kamu tersenyum.
Dan biarkan imajimu, imajiku berkelana,
hanya dalam tautan jemari,
hanya dalam sebuah tatapan.
Biarkan imajimu dan imajiku berkelana.